
JAKARTA, Customspedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan kebijakan pengenaan bea keluar pada komoditas batu bara akan menjadi instrumen baru untuk meningkatkan penerimaan negara. Langkah strategis ini juga dipandang sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat fungsi pengawasan ekspor yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (22/7/2026), Purbaya menjelaskan bahwa pengenaan pungutan ekspor pada komoditas tambang ini merupakan respons pemerintah terhadap dinamika pasar global. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi kas negara, tetapi juga menciptakan ekosistem ekspor yang lebih tertata dan akuntabel.
Optimalisasi Penerimaan Negara Melalui Instrumen Baru
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa batu bara merupakan komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Dengan adanya kebijakan bea keluar, pemerintah memiliki sumber pendapatan baru yang bersifat berkelanjutan. Hal ini menjadi krusial dalam menjaga stabilitas fiskal nasional, terutama di tengah fluktuasi harga komoditas dunia.
Menurutnya, instrumen bea keluar ini akan disesuaikan dengan perkembangan harga pasar guna memastikan daya saing eksportir Indonesia tetap terjaga, sembari memastikan negara mendapatkan bagi hasil yang adil dari pemanfaatan sumber daya alam tersebut.
Penguatan Fungsi Pengawasan Ekspor oleh DJBC
Selain aspek penerimaan, Menteri Keuangan juga menyoroti peran penting Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam mengimplementasikan kebijakan ini. Pengenaan bea keluar secara otomatis akan meningkatkan intensitas pengawasan terhadap arus logistik dan validitas data ekspor batu bara.
“Kebijakan ini akan memperkuat fungsi pengawasan ekspor oleh DJBC. Setiap pengiriman harus melalui prosedur kepabeanan yang lebih ketat, sehingga data volume dan nilai ekspor kita menjadi lebih akurat dan transparan,” tegas Purbaya. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah optimis tingkat kebocoran atau pelaporan ekspor yang tidak sesuai dapat diminimalisir secara signifikan.

Leave a Reply