Ekspor Indonesia ke Jepang: Sebuah Tinjauan Mendalam

Ekspor Indonesia ke Jepang: Sebuah Tinjauan

Ekspor Indonesia ke Jepang – Indonesia dan Jepang memiliki hubungan perdagangan yang kuat dan berkelanjutan. Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), nilai perdagangan barang antara kedua negara pada 2021 mencapai US$32,49 miliar, tumbuh 33,54% dari tahun sebelumnya1. Ekspor barang Indonesia ke Jepang tumbuh 30,66% menjadi US$17,85 miliar pada 2021.

Komoditas Ekspor Indonesia ke Jepang

Indonesia dikenal sebagai pengekspor utama udang dan minyak sawit ke Jepang1. Produk-produk ini telah memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra dagang penting bagi Jepang. Selain itu, Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar ketiga Indonesia setelah Tiongkok dan Amerika Serikat1.

Potensi Ekspor Indonesia ke Jepang

Pada Desember 2021, nilai ekspor Indonesia ke Jepang mencapai USD 154,5 juta untuk sektor migas dan USD 1.695,3 juta untuk sektor nonmigas. Dengan kata lain, ekspor Indonesia ke Jepang didominasi oleh sektor nonmigas. Selain itu, Indonesia selalu mengalami surplus perdagangan dalam ekspor impor dengan Jepang.

Ekonomi Jepang

Dilihat dari sudut pandang ekonomi, Jepang merupakan salah satu negara yang paling maju di dunia. GDP (produk domestik bruto atau nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan di Jepang dalam setahun) adalah kedua tertinggi di dunia, dan merk-merk Jepang seperti Toyota, Sony, Fujifilm, dan Panasonic terkenal di seluruh dunia.

Sejumlah tiga perempat dari total penghasilan ekonomi Jepang berasal dari sektor jasa. Industri utama sektor jasa di Jepang berupa bank, asuransi, real estate, bisnis eceran, transportasi, dan telekomunikasi.

Baca Juga: Apa Saja Impor Dari Jepang ke Indonesia

Kebutuhan Jepang

Jepang juga merupakan negara yang padat penduduk. Menurut Ceicdata.com, total penduduk Jepang diperkirakan sekitar 125,5 juta jiwa pada tahun 20212. Dengan populasi sebanyak ini, sudah dipastikan permintaan negara ini akan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat Jepang cukup besar.

Meskipun negara ini maju, Jepang dikenal miskin akan sumber daya alam karena hanya 12% dari luas daratan di Jepang yang bisa dipergunakan untuk pertanian2. Dengan populasi penduduk yang padat, permintaan bahan makanan yang tinggi menjadi tidak sebanding dengan kekayaan alam yang dihasilkan.

Baca Juga:  5 Secrets to Effortless Custom Clearance in Indonesia: The Complete Guide

Oleh sebab itu, sebanyak 50% kebutuhan produk pertanian Jepang diperoleh dari hasil impor. Selain produk hasil pertanian, Jepang merupakan pasar terbesar untuk sektor perikanan.

Kesimpulan

Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Jepang terus berkembang dan menunjukkan potensi yang besar. Dengan berbagai komoditas yang diekspor ke Jepang, Indonesia telah menunjukkan kapabilitasnya dalam memenuhi permintaan pasar Jepang. Namun, untuk mempertahankan dan meningkatkan hubungan perdagangan ini, Indonesia harus terus meningkatkan kualitas produknya dan memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar Jepang dalam hal food safety traceability, food safety dan sustainability

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Kumpulan konsultasi bea cukai disini.

Topik: Ekonomi, Perdagangan, Ekspor, Indonesia, Jepang, Udang, Minyak Sawit, Sektor Migas, Sektor Nonmigas, Surplus Perdagangan, Produk Domestik Bruto, Kebutuhan Makanan, Impor, Pertanian, Perikanan, Food Safety Traceability, Sustainability

Scroll to Top