Panduan Komprehensif: Syarat Menjadi Eksportir di Indonesia

Syarat Menjadi Eksportir di Indonesia

Eksportir merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi di Indonesia. Bagi Anda yang berencana memasuki arena bisnis internasional sebagai eksportir, berikut adalah panduan detail mengenai syarat menjadi eksportir di Indonesia.

Pendahuluan: Memahami Pentingnya Menjadi Eksportir

Sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk berperan aktif dalam perdagangan internasional. Oleh karena itu, menjadi eksportir bukan hanya membuka kesempatan bisnis yang luas, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

1. Mempersiapkan Dokumen

Sebelum menjadi eksportir, Anda harus memastikan bahwa perusahaan Anda sudah teregistrasi secara resmi dan memenuhi syarat hukum yang berlaku.

Akta Pendirian Perusahaan

Akta pendirian perusahaan adalah dokumen yang mengatur tentang segala hal yang berkaitan dengan perusahaan, seperti visi dan misi, struktur organisasi, hingga pembagian saham. Dokumen ini harus dibuat di hadapan notaris.

NPWP dan NIB

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) juga menjadi syarat yang harus dipenuhi. NPWP digunakan untuk keperluan perpajakan, sementara NIB menjadi identitas resmi perusahaan Anda di mata hukum.

Izin Usaha

  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan
  • Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian
  • Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Baca Juga: Syarat Ekspor Bea Cukai: Panduan Lengkap untuk Mengoptimalkan Ekspor Anda

2. Melakukan Registrasi sebagai Eksportir

Ada dua jenis eksportir, yaitu eksportir produsen dan eksportir bukan produsen. Adapun syarat menjadi eksportir sebagai berikut:

Syarat Eksportir Produsen

  • Sebagai Eksportir Produsen dalam upaya memperoleh legalitasnya seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi, dan Instansi teknis yang terkait.
  • Memiliki Izin Usaha Industri
  • Memiliki NPWP
  • Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi dan pejabat yang ditunjuk (secara berkala setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti: tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan.
Baca Juga:  Objek Pajak Bea Cukai: Definisi dan Pengertian

Syarat Eksportir Bukan Produsen

  • Sebagai Eksportir bukan Produsen untuk memperoleh legalitas seyogyanya memenuhi persyaratan yang ditetapkan, yaitu mengisi formulir isian yang disediakan oleh Dinas Perindag di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atau Propinsi dan Instansi teknis yang terkait
  • Memiliki Surat Izin Usaha  Perdagangan
  • Memiliki NPWP
  • Memberikan Laporan realisasi ekspor kepada Dinas Perindag atau instansi/pejabat yang ditunjuk (setiap tiga bulan) yang disyahkan oleh Bank Devisa dengan melampirkan surat pernyataan seperti tidak terlibat tunggakan pajak, tidak terlibat tunggakan perbankan, tidak terlibat masalah kepabeanan.

Dengan memahami dan memenuhi semua persyaratan di atas, Anda akan menjadi eksportir yang sukses dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selamat mencoba!

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Topik: Eksportir Indonesia, Syarat Menjadi Eksportir, Registrasi Eksportir, Dokumen Eksportir, ekspor

Scroll to Top