Apa Itu Dokumen CK-1C untuk Pelunasan Cukai ?

Apa Itu Dokumen CK-1C untuk Pelunasan Cukai

Pemerintah mengenakan cukai terhadap barang-barang yang memiliki sifat dan karakteristik tertentu, seperti barang yang konsumsinya perlu dikendalikan dan peredarannya perlu diawasi karena pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif. Saat ini, terdapat tiga jenis barang kena cukai (BKC) di Indonesia, yaitu etil alkohol atau etanol; minuman yang mengandung etil alkohol; dan hasil tembakau. Artikel ini akan membahas secara rinci tentang dokumen CK-1C yang digunakan untuk pelunasan cukai dengan cara pembayaran.

Barang Kena Cukai (BKC)

Jenis Barang Kena Cukai

  1. Etil Alkohol (EA): Merupakan zat kimia yang biasanya digunakan dalam berbagai industri dan proses produksi.
  2. Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA): Termasuk minuman beralkohol dengan kadar berapa pun, termasuk konsentrat yang mengandung etil alkohol.
  3. Hasil Tembakau: Meliputi produk seperti rokok, cerutu, dan tembakau iris.

Pelunasan Cukai dengan Cara Pembayaran

Dasar Hukum

Pelunasan cukai dengan cara pembayaran diatur dalam Undang-Undang Cukai, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 68/2018, serta PER-24/BC/2018 s.t.d.d PER-5/BC/2022. Pelunasan ini hanya berlaku untuk jenis BKC tertentu, yaitu etil alkohol dan minuman yang mengandung etil alkohol dengan kadar hingga 5% yang dibuat di Indonesia.

Prosedur Pelunasan Cukai

Pelunasan cukai harus dilakukan sebelum BKC dikeluarkan dari pabrik, tempat penyimpanan, tempat penimbunan sementara (TPS), atau tempat penimbunan berikat (TPB). Pelunasan ini dilakukan dengan membayar cukai melalui bank persepsi atau pos persepsi.

Pengertian Dokumen CK-1C

Definisi Dokumen CK-1C

Dokumen Pelunasan Cukai dengan Cara Pembayaran (CK-1C) adalah dokumen yang digunakan oleh pengusaha pabrik etil alkohol, pengusaha pabrik minuman yang mengandung etil alkohol, atau pengusaha tempat penyimpanan untuk melunasi cukai dengan cara pembayaran.

Baca Juga:  Tempat Penimbunan Sementara: Pengertian, Fungsi dan Syarat

Fungsi Dokumen CK-1C

Dokumen CK-1C digunakan untuk melunasi cukai atas BKC yang dikeluarkan dari pabrik atau tempat penyimpanan. Namun, untuk BKC yang dikeluarkan dari TPS atau TPB, pelunasan cukainya menggunakan dokumen sesuai ketentuan TPS dan TPB.

Baca Juga: Panduan Lengkap Mengenai CK-4: Pemberitahuan Barang Kena Cukai yang Selesai Dibuat

Syarat Pengajuan Dokumen CK-1C

Ketentuan Pengusaha

Pengusaha pabrik atau tempat penyimpanan dapat mengajukan dokumen CK-1C apabila memenuhi tiga ketentuan berikut:

  1. Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) tidak dalam keadaan dibekukan.
  2. Keputusan penetapan tarif cukai atas merek yang diajukan masih berlaku.
  3. Tidak memiliki utang cukai yang tidak dibayar pada waktunya, kekurangan cukai, dan/atau sanksi administrasi berupa denda yang belum dibayar sampai dengan tanggal jatuh tempo.

Ketiga ketentuan tersebut bersifat kumulatif dan harus dipenuhi seluruhnya. CK-1C dibuat sesuai dengan contoh format dalam Lampiran Huruf A PER-24/BC/2018.

Ketentuan Waktu Pembayaran

  1. Pembayaran Tunai: Pembayaran harus dilakukan pada tanggal yang sama dengan dokumen CK-1C.
  2. Pembayaran Berkala: Pembayaran dilakukan paling lambat pada saat tanggal jatuh tempo sesuai dengan ketentuan mengenai pembayaran cukai secara berkala.

Tata Cara Pelunasan Cukai dengan Dokumen CK-1C

Proses Pembayaran

Pembayaran cukai untuk etil alkohol yang dibuat di Indonesia atau minuman mengandung etil alkohol dengan kadar hingga 5% dilakukan melalui bank persepsi atau pos persepsi. Pembayaran untuk etil alkohol impor dilakukan melalui bank devisa persepsi atau pos persepsi.

Pengusaha yang mendapat kemudahan pembayaran secara berkala dapat melakukan pembayaran cukai pada saat tanggal jatuh tempo sesuai ketentuan.

Pelunasan Cukai untuk BKC dari TPS atau TPB

Untuk BKC yang dikeluarkan dari TPS atau TPB, pelunasan cukai dilakukan dengan menggunakan dokumen sesuai ketentuan TPS dan TPB yang berlaku. Proses dan tata cara ini dijelaskan secara rinci dalam UU Cukai, PMK No. 68/2018, serta PER-24/BC/2018 s.t.d.d PER-5/BC/2022.

Kesimpulan

Dokumen CK-1C adalah instrumen penting untuk pelunasan cukai dengan cara pembayaran. Pengusaha pabrik dan tempat penyimpanan harus memastikan bahwa mereka memenuhi semua ketentuan dan syarat yang berlaku untuk menggunakan dokumen ini. Dengan memahami dan mengikuti prosedur yang tepat, pelunasan cukai dapat dilakukan dengan efektif dan sesuai peraturan yang berlaku.

Baca Juga:  Kawasan Daur Ulang Berikat : Pengertian, Proses, Peran

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Kumpulan konsultasi bea cukai disini.

Topik: cukai, dokumen, pelunasan cukai, etil alkohol, minuman beralkohol, barang kena cukai, BKC, peraturan cukai, UU Cukai, PMK 68/2018, PER-24/BC/2018, pembayaran cukai, NPPBKC, TPS, TPB, prosedur cukai, pembayaran berkala

Scroll to Top