Meningkatkan Potensi Ekspor Ikan Cakalang Indonesia: Syarat, Proses, dan Tantangan

Meningkatkan Potensi Ekspor Ikan Cakalang Indonesia: Syarat, Proses, dan Tantangan

Ekspor ikan cakalang dari Indonesia menawarkan potensi besar. Pada awal tahun 2023, ikan cakalang berhasil diekspor ke Jepang dengan jumlah yang besar yaitu 205 ton. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk memajukan pendapatan para pengusaha ikan. Ikan cakalang merupakan komoditas laut yang memiliki nilai jual tinggi. Cakalang dapat dipasarkan dalam bentuk segar, frozen food, atau diolah menjadi makanan kaleng, ikan asap, ikan kering, dll.

Regulasi Ekspor Ikan Cakalang

Untuk dapat melakukan ekspor ikan cakalang, Anda harus memperoleh izin ekspor dari otoritas yang berwenang. Beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi antara lain: Melengkapi dokumen izin ekspor seperti sertifikat kesehatan ikan dan dokumen ekspor lainnya. Mengikuti prosedur pengujian dan inspeksi yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang.

Proses Ekspor Ikan Cakalang

Pengiriman ikan cakalang dilakukan dua sesi. Sesi pertama, perusahaan mengekspor sebanyak 52 ton dan sesi kedua sejumlah 153 ton. Total ada 205 ton yang diekspor ke Kota Hakata, Jepang pada awal Januari. Penggunaan container reefer dapat mendukung pengiriman ikan cakalang ke berbagai negara tujuan ekspor.

Dokumen yang Diperlukan

Beberapa dokumen yang diperlukan dalam proses ekspor ikan cakalang antara lain sertifikat kesehatan ikan dan dokumen ekspor lainnya. Selain itu, dokumen lain seperti Bill of Lading (BL) / Aero way BL (AWBL) dan PEB / NPE juga diperlukan.

Baca Juga: Syarat Ekspor Ikan Asin : Panduan Lengkap

Standar Kualitas

Cakalang bisa ditangkap dari kedalaman 0-400 m. Salinitas yang disukai adalah 32-35 ppt atau di perairan oseanik. Suhu perairan yang disukai berkisar 17-31° C. Selain itu, tingkat penerapan standar mutu penanganan ikan cakalang di tempat pendaratan ikan rata-rata mencapai 62,5%.

Negara Tujuan Ekspor Ikan Cakalang dari Indonesia

Beberapa negara tujuan ekspor ikan cakalang antara lain Jepang, Cina, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Permintaan akan ikan cakalang di Jepang sangat tinggi, di mana satu pembeli saja memerlukan hingga 30.000 ton ikan cakalang per tahun.

Baca Juga:  Pentingnya Bea Keluar dalam Proses Pengiriman Barang

Tantangan dan Solusi

Salah satu tantangan dalam ekspor ikan cakalang adalah menjaga kualitas produk selama proses pengiriman. Solusinya adalah dengan menggunakan teknologi pengemasan dan pengiriman yang tepat. Selain itu, meningkatkan kualitas produk ikan cakalang agar sesuai dengan standar internasional juga menjadi tantangan.

Kesimpulan

Ekspor ikan cakalang dari Indonesia memiliki potensi yang besar dan menjanjikan. Dengan memahami syarat, proses, dan tantangan yang ada, pelaku bisnis dapat memaksimalkan peluang ini untuk meningkatkan pendapatan dan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia.

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Kumpulan konsultasi bea cukai disini.

Topik: Ekspor Ikan Cakalang, Indonesia, Regulasi Ekspor, Proses Ekspor, Dokumen Ekspor, Standar Kualitas, Negara Tujuan Ekspor, Tantangan Ekspor, Solusi Ekspor, Bisnis Ikan, Industri Perikanan

Scroll to Top