Nota Hasil Intelijen (NHI) dalam Kepabeanan dan Cukai

Nota Hasil Intelijen (NHI) dalam Kepabeanan dan Cukai

Nota Hasil Intelijen Bea Cukai – DJBC memiliki komitmen tinggi untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien guna mencegah pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah peningkatan fungsi intelijen sebagai bentuk pencegahan yang lebih proaktif.

Pengertian Nota Hasil Intelijen (NHI)

Definisi Menurut Peraturan Dirjen Bea Cukai No.P-29/BC/2007:

Menurut Pasal 1 angka 1 peraturan ini, NHI adalah produk dari kegiatan intelijen yang menunjukkan indikasi mengenai adanya pelanggaran di bidang kepabeanan dan/atau cukai. Kegiatan intelijen melibatkan serangkaian tahapan seperti perencanaan, pengumpulan, penilaian, penyusunan, pembandingan, analisis, penyebaran, dan pengkajian ulang data.

Proses Penyusunan Nota Hasil Intelijen

  1. Pengumpulan Informasi Intelijen:
    • Identifikasi Sumber Intelijen: Penentuan sumber informasi relevan.
    • Pengumpulan Data: Akuisisi data intelijen melalui metode yang tepat.
  2. Analisis Data Intelijen:
    • Identifikasi Risiko: Menemukan indikator risiko pelanggaran kepabeanan.
    • Klasifikasi Informasi: Pengelompokan data berdasarkan kriteria tertentu.
  3. Penyusunan Nota Hasil Intelijen:
    • Struktur Laporan: Penyusunan laporan dengan bahasa formal dan struktur yang jelas.
    • Lembar Kerja Analisis Intelijen (LKAI): Digunakan sebagai dasar untuk menerbitkan NHI.

Baca Juga: Memahami Perbedaan Tugas dan Fungsi Antara Imigrasi dan Bea Cukai

Pejabat yang Berwenang Menerbitkan NHI

Menurut Peraturan Dirjen Bea Cukai No.P-29/BC/2007, terdapat lima pejabat yang berwenang menerbitkan NHI:

  1. Kepala Subdirektorat Intelijen.
  2. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan.
  3. Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi.
  4. Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan.
  5. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe B.

Langkah-langkah Setelah Penyusunan NHI

  1. Pelaksanaan Tindak Lanjut:
    • Penindakan: Tindakan seperti penghentian, pemeriksaan, penegahan, dan penyegelan.
    • Pembuatan Laporan Hasil Penindakan.
  2. Pelaporan dan Evaluasi:
    • Pejabat penerima NHI melaporkan pelaksanaan NHI.
    • Laporan NHI (LPNHI) digunakan untuk evaluasi dan analisis.
  3. Kerahasiaan dan Distribusi NHI:
    • NHI dan LKAI bersifat rahasia.
    • Distribusi NHI dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk faksimili, radiogram, telepon, atau email.

Kesimpulan

Nota Hasil Intelijen (NHI) memiliki peran krusial dalam mencegah pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai. Proses penyusunannya melibatkan tahapan yang terstruktur, melibatkan berbagai pejabat berwenang, dan menjaga kerahasiaan informasi untuk memastikan keberhasilan dalam pencegahan dan penindakan.

Baca Juga:  Apa itu ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) ?

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Kumpulan konsultasi bea cukai disini.

Topik: kepabeanan, cukai, intelijen, Nota Hasil Intelijen, DJBC, pelanggaran, pengawasan, analisis intelijen, penindakan, risiko, distribusi NHI

Leave a Reply

Scroll to Top