Lonjakan Kasus Penipuan Berkedok Bea Cukai dan Langkah Antisipatif DJBC

Cara Menghindari dan Mengatasi Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Kasus penipuan yang mengatasnamakan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) telah mengalami peningkatan dramatis dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan laporan resmi Bea Cukai, tren aduan penipuan melalui pusat kontak mencapai puncaknya pada tahun 2022 dengan 7.501 aduan, menunjukkan kenaikan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Analisis Tren Kasus Penipuan

Puncak Tren pada Tahun 2022

Menurut Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar, terjadi penurunan aduan penipuan pada tahun 2021, tetapi angkanya melonjak tajam pada tahun 2022. Dengan 7.501 aduan, ini menandakan bahwa pelaku penipuan semakin agresif dan kreatif dalam menggunakan nama Bea Cukai.

Dampak Terhadap Citra Bea Cukai

Encep menekankan bahwa penipuan semacam ini tidak hanya merugikan korban finansial, tetapi juga dapat merusak citra Bea Cukai di mata masyarakat. Oleh karena itu, penanganan serius dan langkah antisipatif perlu diambil untuk melindungi integritas institusi.

Upaya Bea Cukai dalam Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat

Publikasi Rutin Melalui Media

Bea Cukai telah meningkatkan upaya publikasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Melalui media luring, seperti sosialisasi, asistensi, dan penyebaran poster, hingga media daring seperti media sosial dan radio streaming, DJBC secara aktif menyebarkan informasi mengenai modus penipuan yang mencatut nama mereka.

Kolaborasi dengan Instansi Lain

Sebagai bagian dari strategi pencegahan, DJBC menjalin kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada tahun 2023. Kolaborasi ini melibatkan penyebaran informasi waspada penipuan melalui pemasangan poster di gerbong kereta. Langkah kolaboratif ini menciptakan sinergi antarinstansi dalam melawan penipuan.

Baca Juga: Cara Menghindari dan Mengatasi Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Modus Operandi Penipuan dan Imbauan kepada Masyarakat

Modus Pelaku Penipuan

Secara umum, modus operandi penipuan mengatasnamakan Bea Cukai melibatkan pelaku yang berpura-pura sebagai petugas bea cukai. Mereka memanfaatkan situasi palsu seperti penahanan barang kiriman dan meminta uang kepada korban.

Baca Juga:  Bagaimana Bea Cukai Menjaga Kestabilan Penerimaan Negara Bukan Pajak?

Imbauan kepada Masyarakat

DJBC mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Apabila ada indikasi penipuan, mereka dihimbau untuk segera melakukan konfirmasi dan melaporkannya melalui contact center Bea Cukai di 1500225.

Kesimpulan

Dengan meningkatnya kasus penipuan yang mencatut nama Bea Cukai, langkah-langkah antisipatif dan peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam melawan ancaman ini. Melalui publikasi rutin, kolaborasi dengan instansi lain, dan imbauan kepada masyarakat, DJBC berkomitmen untuk melindungi masyarakat dan mempertahankan integritas Bea Cukai di tengah arus penipuan yang semakin canggih.

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Kumpulan konsultasi bea cukai disini.

Topik: penipuan bea cukai, DJBC, kasus penipuan, pusat kontak, modus operandi penipuan, dampak citra bea cukai

Scroll to Top