Permohonan Pemeriksaan Lokasi Dalam Rangka Permohonan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai

permohonan pemeriksaan lokasi

Permohonan pemeriksaan lokasi dalam rangka permohonan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) merupakah langkah pertama yang dilakukan oleh pengusaha Barang Kena Cukai (BKC) untuk mendapatkan NPPBKC. Berikut ini beberapa ketentuan permohonan pemeriksaan lokasi dalam rangka permohonan NPPBKC :

Persyaratan Permohonan Pemeriksaan Lokasi untuk NPPBKC

Permohonan pemeriksaan lokasi oleh Pengusaha BKC paling sedikit dilampiri dengan:

  • gambar denah situasi sekitar lokasi bangunan atau tempat usaha
  • gambar denah dalam lokasi bangunan atau tempat usaha beserta keterangan luas
  • konfirmasikan kepada satuan kerja vertikal lain apakah terima berbagai dokumen perizinan usaha

Ketentuan lokasi bangunan atau tempat usaha berlaku pada:

a. Pabrik Etil Alkohol
b. Pabrik MMEA
c. Pabrik HT
d. Pabrik HPTL
e. Pabrik BKC lainnya
f. Tempat Penyimpanan Etil Alkohol
g. Importir EA
h. Importir MMEA
i. Importir HT
j. Importir HPTL
k. Penyalur MMEA
l. Tempat Penjualan Eceran Etil Alkohol
m. Tempat Penjualan Eceran MMEA

Beberapa ketentuan permohonan pemeriksaan lokasi dalam rangka permohonan NPPBKC :

1. Lokasi, bangunan, atau tempat usaha yang akan digunakan sebagai pabrik harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. tidak berhubungan langsung dan memiliki pembatas permanen yang memisahkan dengan rumah tinggal, bangunan, halaman, atau tempat-tempat lain yang bukan bagian dari pabrik yang dimintakan izin;
  2. berbatasan langsung dan dapat dimasuki dari jalan umum, kecuali yang lokasinya dalam kawasan industri;
  3. memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha, minimal:
    • 5000 m2 untuk pabrik etil alkohol
    • 300 m2 untuk pabrik MMEA
    • 200 m2 untuk pabrik HT
    • sesuai dengan luas izin usaha dari instansi pemerintah di bidang perindustrian dan penanaman modal bagi pabrik selain EA, MMEA, dan HT
    • sesuai dengan luas izin usaha dari instansi pemerintah di bidang perindustrian dan penanaman modal bagi pabrik etil alkohol
Baca Juga:  Mengenal Lebih Jauh tentang Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL)

dalam hal:
i. lokasi digunakan sebagai pabrik EA yang menggunakan bahan baku hayati dan bio massa lainnya yang diproses secara bioteknologi
ii. hasil produksinya digunakan untuk keperluan bahan bakar nabati
iii. memiliki izin dari Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral

    • sesuai dengan luas izin usaha dari instansi pemerintah di bidang perindustrian dan penanaman modal bagi pabrik HPTL
  1. memiliki bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, dan/atau tangki atau wadah lainnya untuk menyimpan bahan baku atau bahan penolong;
  2. memiliki bangunan, ruangan, tempat, pekarangan, clan peralatan atau mesin yang digunakan untuk membuat dan/atau mengemas barang kena cukai;
  3. memiliki bangunan, ruangan, tangki, dan/atau tempat untuk menimbun, menampung, atau menyimpan barang kena cukai yang selesai dibuat; dan
  4. memiliki bangunan, ruangan, tangki, dan/atau tempat untuk menimbun, menampung, atau menyimpan barang kena cukai yang sudah dilunasi cukainya.
2. Lokasi, bangunan, atau tempat usaha yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan etil alkohol harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. tidak berhubungan langsung dan memiliki pembatas permanen yang memisahkan dengan rumah tinggal, bangunan, halaman, atau tempat-tempat lain yang bukan bagian dari tempat penyimpanan yang dimintakan izin;
  2. berbatasan langsung dan dapat dimasuki dari jalan umum, kecuali yang lokasinya dalam kawasan industri;
  3. memiliki luas lokasi, bangunan, atau tempat usaha minimal 5.00 meter persegi dikecualikan dalam hal lokasi yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan EA untuk tujuan penyimpanan sementara (transit) :
    • dalam rangka ekspor
    • dimasukan ke pabrik
    • dimasukan ke tempat penyimpanan lainnya
    • dimasukan ke pengusaha pengguna fasilitas pembebasan cukai yang akan digunakan sebagai bahan baku dan/atau penolong untuk memproduksi BHA non BKC berupa bahan bakar nabati luas lokasi sesuai dengan luas izin usaha dari instansi pemerintah di bidang perdagangan dan penanaman modal.
  1. memiliki tempat penimbunan permanen berupa tangki dengan kapasitas keseluruhan paling sedikit 200.000 liter etil alkohol dan dilengkapi dengan fasilitas berupa pompa, alat ukur volume dan suhu, dan tabel volume yang disahkan oleh dinas metrologi;
  2. dikecualikan dalam hal lokasi yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan EA untuk tujuan penyimpanan sementara (transit):
    • dalam rangka ekspor
    • dimasukan ke pabrik
    • dimasukan ke tempat penyimpanan lainnya
    • dimasukan ke pengusaha pengguna fasilitas pembebasan cukai yang akan digunakan sebagai bahan baku dan/atau penolong untuk memproduksi BHA non BKC berupa bahan bakar nabati kapasitas sesuai dengan luas izin usaha dari instansi pemerintah di bidang perdagangan dan penanaman modal.
  1. memiliki gudang permanen untuk menyimpan etil alkohol;
  2. memiliki pagar dan/atau dinding keliling dan tembok dengan ketinggian paling rendah 2 meter yang merupakan batas pemisah yang jelas, dan
  3. memiliki ruang laboratorium dan peralatannya.
Baca Juga:  Prosedur Pemantauan Harga Transaksi Pasar Hasil Tembakau
3. Lokasi, bangunan, atau tempat usaha yang akan digunakan sebagai tempat menimbun BKC oleh importir/penyalur harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. tidak berhubungan langsung dan memiliki pembatas permanen yang memisahkan dengan rumah tinggal, bangunan, halaman, atau tempat-tempat lain yang bukan bagian dari tempat usaha importir atau tempat usaha penyalur yang dimintakan izin
  2. berbatasan langsung dan dapat dimasuki dari jalan umum, kecuali yang lokasinya dalam kawasan industri atau kawasan perdagangan
  3. saat pengajuan permohonan NPPBKC, memiliki jarak lebih dari 100 meter dari tempat ibadah, sekolah atau rumah sakit dalam hal lokasi yang akan digunakan merupakan tempat usaha importir atau tempat usaha penyalur MMEA, kecuali:
    • fasilitas tempat ibadah disediakan oleh pengusaha hotel, pusat perbelanjaan atau tempat hiburan
    • lokasi bangunan atau tempat usaha yang dimintakan izin telah mendapat izin dari instansi pemerintah di bidang perdagangan, penanaman modal, atau pariwisata
4. Lokasi, bangunan, atau tempat usaha yang akan digunakan sebagai tempat penjualan eceran harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  1. dilarang berhubungan dengan tempat-tempat lain yang bukan bagian dari TPE yang dimintakan izin, kecuali yang berada di kawasan industri, kawasan perdagangan, hotel, atau tempat hiburan.
  2. berbatasan langsung dan dapat dimasuki dari jalan umum, kecuali yang lokasinya dalam kawasan industri, kawasan perdagangan, hotel atau tempat hiburan; dan
  3. saat pengajuan permohonan NPPBKC, memiliki jarak lebih dari 100 meter dari tempat ibadah, sekolah atau rumah sakit dalam hal lokasi yang akan digunakan merupakan tempat penjualan eceran MMEA, kecuali:
    • fasilitas tempat ibadah disediakan oleh pengusaha hotel, pusat perbelanjaan atau tempat hiburan
    • lokasi bangunan atau tempat usaha yang dimintakan izin telah mendapat izin dari instansi pemerintah di bidang perdagangan, penanaman modal, atau pariwisata

Catatan :
Ketentuan Lokasi bangunan atau tempat usaha yang berada di tempat penimbunan berikat maka ketentuan terkait lokasi mengikuti aturan tempat penimbunan berikat

Baca juga : Penyelesaian Dokumen PEB Tanpa Pemeriksaan Fisik

Sistem, Mekanisme Dan Prosedur Permohonan Pemeriksaan Lokasi NPPBKC

  1. Pemohon mengajukan permohonan pemeriksaan lokasi beserta lampiran kepada Kantor Bea dan Cukai yang mengawasi tempat usaha yang diajukan
  2. Pejabat Bea dan Cukai memberikan tanda terima kepada Pemohon;
  3. Pejabat Bea dan Cukai menerima dan meneliti permohonan pemeriksaan lokasi dan lampiran permohonan;
  4. Pejabat Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan lokasi sesuai dengan permohonan;
  5. Pejabat Bea dan Cukai membuat Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan memberikan berita acara kepada pemohon untuk ditandatangani bersama;
  6. Pemohon menerima Berita Acara Pemeriksaan Lokasi dan tanda terima Berita Acara Pemeriksaan Lokasi
Baca Juga:  Panduan Lengkap Tentang Pengembalian Pita Cukai: Pemahaman PBCK-4

Jangka Waktu Pelayanan Permohonan Pemeriksaan Lokasi NPPBKC

Jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja sejak pernyataan kesiapan pemeriksaan lokasi sampai dengan penyerahan berita acara pemeriksaan lokasi kepada Pengusaha BKC yang melakukan permohonan

Catatan:
Masa berlaku Berita Acara Pemeriksaan Lokasi adalah 3 (tiga) bulan sejak diterbitkan

Produk Pelayanan

Berita Acara Pemeriksaan Lokasi

Biaya/tarif

Pelayanan permohonan pemeriksaan lokasi dalam rangka permohonan NPPBKC Tidak dipungut biaya.

 Laman Bea Cukai

Leave a Reply

Scroll to Top