Barang Impor Eksep: Pengertian, Regulasi, dan Prosedurnya

Barang Impor Eksep: Pengertian, Regulasi, dan Prosedurnya

Dalam dunia perdagangan internasional, berbagai terminologi dan regulasi dikenal oleh pelaku bisnis. Salah satunya adalah konsep impor eksep. Konsep ini penting untuk dimengerti, terutama bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan impor.

Apa Itu Impor Eksep?

Impor eksep adalah suatu bentuk impor di mana terjadi selisih antara jumlah barang yang diberitahukan dalam Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dengan jumlah barang yang sesungguhnya dikeluarkan dari kawasan pabean.

Dasar Hukum Impor Eksep

Peraturan yang menjadi dasar hukum dalam impor eksep adalah Peraturan Menteri Keuangan No. 190/PMK.04/2022 dan Perdirjen Bea Dan Cukai No. PER – 2/BC/2023. Keduanya memfasilitasi proses impor dalam situasi tertentu, seperti impor eksep.

Ketentuan Dasar

Dijelaskan dalam Pasal 36 PMK 190/2022 dan Pasal 42 ayat (1) PER – 2/BC/2023 bahwa impor eksep terjadi ketika ada selisih kurang barang pada saat pengeluaran barang impor dari kawasan pabean dibandingkan dengan jumlah yang diberitahukan dalam PIB.

Alasan Terjadinya Impor Eksep

Impor eksep dapat terjadi akibat situasi darurat atau kahar yang membuat barang impor tidak dapat dikeluarkan sepenuhnya. Misalnya, jika dalam PIB dinyatakan ada 6 kontainer namun yang tiba hanya 4 kontainer. Dua kontainer sisanya dapat dikirim di waktu yang akan datang atau mungkin diusulkan pengirimannya.

Baca Juga: Cara Impor Dari Alibaba : Panduan Lengkap

Prosedur Penyelesaian Impor Eksep

  1. Pengajuan Permohonan: Importir atau PPJK dapat mengajukan permohonan pengeluaran barang impor menggunakan PIB asli. Permohonan ini diajukan kepada Kepala kantor pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuk.
  2. Batas Waktu Pengajuan: Permohonan harus diajukan dalam jangka waktu 60 hari sejak tanggal Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
  3. Metode Pengajuan: Permohonan diajukan melalui Sistem Komputer Pelayanan (SKP) dengan mencantumkan setidaknya tiga data: nomor dan tanggal PIB, identitas importir/PPJK, dan alasan impor eksep.
  4. Dokumen Pelengkap: Permohonan harus dilengkapi dengan beberapa dokumen, seperti fotokopi PIB (jika SKP tidak berfungsi), dokumen pelengkap pabean, dan dokumen yang menjelaskan penyebab impor eksep.
Baca Juga:  Permohonan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Sesuai PER-10/BC/2020

Kesimpulan

Impor eksep adalah solusi yang memungkinkan impor dapat terus berlangsung meski ada ketidaksesuaian antara jumlah barang yang diberitahukan dalam PIB dengan yang sebenarnya dikeluarkan dari kawasan pabean. Dengan pemahaman yang benar mengenai prosedur dan regulasinya, pelaku bisnis dapat menjalankan kegiatan impornya dengan lebih lancar dan efisien.

Untuk informasi tentang Bea Cukai Indonesia silahkan kunjungi website bea cukai disini.

Kumpulan konsultasi bea cukai disini.

Topik: Impor, Eksep, Peraturan, PIB, Perdagangan Internasional, Kawasan Pabean, Bea dan Cukai, SPPB, PPJK, Perdirjen Bea Cukai

Leave a Reply

Scroll to Top